Kumpulan Hadist Shohih (3)
Kumpulan Hadist Shohih (3)
Hari Kiamat dan Hisab
1. Seorang Arab Badui bertanya, "Kapankah tibanya kiamat?" Nabi Saw lalu menjawab, "Apabila amanah diabaikan maka tunggulah kiamat." Orang itu bertanya lagi, "Bagaimana hilangnya amanat itu, ya Rasulullah?" Nabi Saw menjawab, "Apabila perkara (urusan) diserahkan kepada orang yang bukan ahlinya, maka tunggulah kiamat." (HR. Bukhari)
2. Mendekati kiamat akan terjadi fitnah-fitnah
seolah-olah kepingan-kepingan malam yang gelap-gulita. Seorang yang pagi hari
beriman maka pada sore harinya menjadi kafir, dan orang yang pada sore harinya
beriman maka pada pagi harinya menjadi kafir, dia menjual agamanya dengan
(imbalan) harta-benda dunia. (HR. Abu Dawud)
3. Belum terjadi kiamat sehingga orang-orang dari
umatku kembali menyembah berhala-berhala selain Allah. (HR. Abu Dawud)
4. Belum terjadi kiamat sebelum seorang yang
melewati kuburan berkata, "Alangkah baiknya sekiranya aku di tempat orang
ini." (Maksudnya, dia ingin mati dan tidak ingin hidup karena beban berat
yang selalu dihadapinya). (HR Bukhari)
5. Belum akan terjadi kiamat sehingga anak
selalu menjengkelkan kedua orang tuanya, banjir di musim kemarau, kaum penjahat
melimpah, orang-orang terhormat (mulia) menjadi langka, anak-anak muda berani
menentang orang tua serta orang jahat dan hina berani melawan yang terhormat
dan mulia. (HR. Asysyihaab).
6. Belum akan kiamat sehingga tidak ada lagi di
muka bumi orang yang menyebut : "Allah, Allah." (HR. Muslim)
7. Belum akan datang kiamat sehingga seorang
membunuh tetangganya, saudaranya dan ayahnya. (HR. Bukhari)
8. Belum akan datang kiamat sehingga manusia
berlomba-lomba membangun dan memperindah masjid-masjid. (HR. Abu Dawud)
9. Di antara tanda-tanda kiamat ialah ilmu
terangkat, kebodohan menjadi dominan, arak menjadi minuman biasa, zina
dilakukan terang-terangan, wanita berlipat banyak, dan laki-laki berkurang
sehingga lima puluh orang wanita berbanding seorang pria. (HR. Bukhari)
10. Belum akan datang kiamat sehingga manusia
berlomba-lomba dengan bangunan-bangunan yang megah. (HR. Bukhari)
11. Belum akan tiba kiamat sehingga merajalela
'Alharju'. Para sahabat lalu bertanya, "Apa itu 'Alharju', ya
Rasulullah?" Lalu beliau menjawab,"Pembunuhan... pembunuhan..."
(HR. Ahmad)
12. Belum akan tiba kiamat melainkan matahari
akan terbit dari Barat. Jika terbit dari Barat maka seluruh umat manusia akan
beriman. Pada saat itu tidak bermanfaat lagi iman seseorang kepada dirinya
sendiri yang belum beriman sebelum itu, atau dia belum mengusahakan kebaikan
dalam masa imannya." (HR. Bukhari dan Muslim)
13. Belum akan tiba kiamat sehingga harta
banyak dan melimpah, dan orang ke luar membawa zakat hartanya tetapi tidak ada
yang mau menerimanya, dan negeri-negeri Arab kembali menjadi rerumputan hijau
dengan sungai-sungai mengalir. (HR. Muslim)
14. Tibanya kiamat atas makhluk-makhluk yang
jahat. (HR. Muslim)
Penjelasan:
Artinya : Saat kiamat tiba, tidak ada lagi
orang yang beriman. Jadi yang ditimpa azab kiamat ialah orang-orang yang jahat.
15. Saat akan tiba kiamat, jaman saling
mendekat. Satu tahun seperti sebulan, sebulan seperti seminggu, seminggu
seperti sehari, sehari seperti satu jam dan satu jam seperti menyalakan kayu
dengan api. (HR. Tirmidzi)
Penjelasan:
Jika kiamat tiba maka rotasi bumi makin cepat.
Kalau rotasi sekarang 1000 mil per jam, maka dapat diperkirakan pada hari
kiamat tujuh kali atau dua belas kali bahkan lebih.
16. Demi yang jiwa Muhammad dalam
genggaman-Nya. Tiada tiba kiamat melainkan telah merata dan merajalela dengan
terang-terangan segala perbuatan mesum dan keji, pemutusan hubungan
kekeluargaan, beretika (berakhlak) buruk dengan tetangga, orang yang jujur
(amanat) dituduh berkhianat, dan orang yang khianat diberi amanat (dipercaya).
(HR. Al Hakim)
17. Belum akan tiba kiamat sehingga kaum
muslimin berperang dengan orang-orang Yahudi. Kaum muslimin membunuh mereka dan
mereka bersembunyi di balik batu dan pohon-pohonan. Lalu batu dan pohon-pohon
berkata, "Wahai kaum muslimin, wahai hamba Allah, ini orang Yahudi di
belakang saya. Mari bunuhlah dia." Kecuali pohon "Gharqad" yang
tumbuh di Baitil Maqdis. Itu adalah pohon orang-orang Yahudi. (HR. Ahmad)
18. Orang-orang ahli (Laailaaha illallah) tidak
akan mengalami kesepian tatkala wafat, saat di kuburan dan ketika dibangkitkan.
Seolah-olah aku melihat mereka ketika dibangkitkan (pada tiupan sangkakala yang
kedua). Mereka sedang menyingkirkan tanah (pasir) dari kepala mereka seraya
berkata, "Alhamdulillah, yang telah menghilangkan duka-cita dari
kami." (HR. Abu Ya'la)
19. Kamu akan dibangkitkan pada hari kiamat
tanpa sandal, telanjang bulat dan tidak dikhitan. Aisyah bertanya, "Ya
Rasulullah, laki-laki dan perempuan saling melihat (aurat) yang lain?"
Nabi Saw menjawab, "Pada saat itu segala urusan sangat dahsyat sehingga orang
tidak memperhatikan (mengindahkan) hal itu." (Mutafaq'alaih)
20. Didatangkan kebaikan-kebaikan (pahala) dan
kejahatan-kejahatan (dosa) seorang hamba, lalu saling mengikis dan bila masih
tersisa kebaikan (pahala) itu Allah akan melapangkannya untuk masuk surga. (HR.
Bukhari)
21. Seorang anak Adam sebelum menggerakkan
kakinya pada hari kiamat akan ditanya tentang lima perkara: (1) Tentang
umurnya, untuk apa dihabiskannya; (2) Tentang masa mudanya, apa yang telah
dilakukannya; (3) Tentang hartanya, dari sumber mana dia peroleh dan (4) dalam
hal apa dia membelanjakannya; (5) dan tentang ilmunya, mana yang dia amalkan.
(HR. Ahmad)
22. Amal seseorang tidak dapat
menyelamatkannya. Seorang sahabat lantas bertanya tentang sabda tersebut,
"Termasuk engkau juga, ya Rasulullah?" Rasulullah lalu menjawab,
"Ya, aku juga, kecuali dikarunia Allah dengan rahmat-Nya. Walaupun
demikian kamu harus berbuat yang benar (baik)." (HR. Bukhari dan Muslim)
23. Yang pertama diadili antara manusia pada
hari kiamat ialah kasus pembunuhan. (HR. Muslim)
Keutamaan Mempelajari Fiqih dan Ilmu Agama
1. Apabila Allah menginginkan kebaikan bagi
seseorang maka dia diberi pendalaman dalam ilmu agama. Sesungguhnya memperoleh
ilmu hanya dengan belajar. (HR. Bukhari)
2. Para ulama fiqih adalah pelaksana amanat
para rasul selama mereka tidak memasuki (bidang) dunia. Mendengar sabda
tersebut, para sahabat bertanya, "Ya Rasulullah, apa arti memasuki
(bidang) dunia?" Beliau menjawab, "Mengekor kepada penguasa dan kalau
mereka melakukan seperti itu maka hati-hatilah terhadap mereka atas keselamatan
agamamu. (HR. Ath-Thabrani)
3. Rasulullah Saw bersabda : "Ya Allah,
rahmatilah khalifah-khalifahku." Para sahabat lalu bertanya, "Ya
Rasulullah, siapakah khalifah-khalifahmu?" Beliau menjawab,
"Orang-orang yang datang sesudahku mengulang-ulang pelajaran hadits-hadits
dan sunahku dan mengajarkannya kepada orang-orang sesudahku." (HR.
Ar-Ridha)
Keistimewaan Muslimin dan Mukminin
1. Tidak ada orang yang lebih mulia di sisi
Allah dari seorang mukmin. (HR. Ath-Thabrani)
2. Umatku (umat Muhammad) ibarat air hujan,
tidak diketahui mana yang lebih baik awalnya atau akhirnya. (Mashabih Assunnah)
3. Sesungguhnya di kalangan hamba-hamba Allah
ada orang yang apabila memohonkan sesuatu maka Allah akan menerimanya (mengabulkannya).
(HR. Bukhari dan Muslim)
4. Waspadalah terhadap firasat seorang mukmin.
Sesungguhnya dia melihat dengan nur Allah." (HR. Tirmidzi dan
Ath-Thabrani)
5. Sebaik-baik umatku adalah apabila pergi
(musafir) dia berbuka puasa dan shalat Qashar, dan jika berbuat kebaikan merasa
gembira, tetapi apabila melakukan keburukan dia beristighfar. Dan seburuk-buruk
umatku adalah yang dilahirkan dalam kenikmatan dan dibesarkan dengannya,
makanannya sebaik-baik makanan, dia mengenakan pakaian mewah-mewah dan bila
berkata tidak benar (tidak jujur). (HR. Ath-Thabrani)
6. Barangsiapa menyenangi amalan kebaikannya
dan menyedihkan (bersedih dengan) keburukannya maka dia adalah seorang mukmin.
(HR. Al Hakim)
7. Akan ada suatu umat dari umatku yang masih
tetap melaksanakan perintah Allah, maka tidak akan membahayakan mereka
orang-orang yang mengecewakan dan menentangnya dan sampai tiba ketentuan Allah
mereka tetap dalam penderitaan tersebut. (HR. Al Hakim)
8. Orang yang shaleh selalu mendapat
tekanan-tekanan. (HR. Al Hakim)
9. Allah Azza wajalla mewajibkan tujuh hak
kepada seorang mukmin terhadap mukmin lainnya, yaitu: (1) melihat saudara
seimannya dengan rasa hormat dalam pandangan matanya; (2) mencintainya di dalam
hatinya; (3) menyantuninya dengan hartanya; (4) tidak menggunjingnya atau
mendengar penggunjingan terhadap kawannya; (5) menjenguknya bila sakit; (6)
melayat jenazahnya; (7) dan tidak menyebut kecuali kebaikannya sesudah ia
wafat. (HR. Ibnu Baabawih)
10. Sebaik-baik kamu ialah yang diharapkan kebaikannya
dan aman dari kejahatannya, dan seburuk-buruk kamu ialah yang tidak diharapkan
kebaikannya dan tidak aman dari kejahatannya. (HR. Tirmidzi dan Abu Ya'la)
11. Mencaci-maki seorang mukmin adalah suatu
kejahatan, dan memeranginya adalah suatu kekufuran. (HR. Muslim)
12. Aku mengagumi seorang mukmin. Bila
memperoleh kebaikan dia memuji Allah dan bersyukur. Bila ditimpa musibah dia
memuji Allah dan bersabar. Seorang mukmin diberi pahala dalam segala hal
walaupun dalam sesuap makanan yang diangkatnya ke mulut isterinya. (HR. Ahmad
dan Abu Dawud)
13. Seorang mukmin yang kuat lebih baik dan
lebih disukai Allah daripada seorang mukmin yang lemah dalam segala kebaikan.
Peliharalah apa-apa yang menguntungkan kamu dan mohonlah pertolongan Allah, dan
jangan lemah semangat (patah hati). Jika ditimpa suatu musibah janganlah
berkata, "Oh andaikata aku tadinya melakukan itu tentu berakibat begini
dan begitu", tetapi katakanlah, "Ini takdir Allah dan apa yang
dikehendaki Allah pasti dikerjakan-Nya." Ketahuilah, sesungguhnya ucapan:
"andaikata" dan "jikalau" membuka peluang bagi (masuknya)
karya (kerjaan) setan." (HR. Muslim)
14. Seorang muslim ialah yang menyelamatkan
kaum muslimin (lainnya) dari (kejahatan) lidah dan tangannya. Seorang mukmin
ialah yang dipercaya oleh kaum beriman terhadap jiwa dan harta mereka, dan
seorang muhajir ialah yang berhijrah meninggalkan dan menjauhi keburukan
(kejahatan). (HR. Ahmad)
15. Seorang mukmin tidak akan digigit dua kali
dari lobang yang satu (sama). (Mutafaq'alaih)
16. Tidak halal bagi seorang muslim
menakut-nakuti saudaranya yang muslim. (HR. Abu Dawud)
17. Seorang mukmin bukanlah pengumpat dan yang
suka mengutuk, yang keji dan yang ucapannya kotor. (HR. Bukhari)
Islam - Iman - Ihsan
1. Pada suatu hari kami (Umar Ra dan para
sahabat Ra) duduk-duduk bersama Rasulullah Saw. Lalu muncul di hadapan kami
seorang yang berpakaian putih. Rambutnya hitam sekali dan tidak tampak
tanda-tanda perjalanan. Tidak seorangpun dari kami yang mengenalnya. Dia
langsung duduk menghadap Rasulullah Saw. Kedua kakinya menghempit kedua kaki
Rasulullah, dari kedua telapak tangannya diletakkan di atas paha Rasulullah
Saw, seraya berkata, "Ya Muhammad, beritahu aku tentang Islam." Lalu
Rasulullah Saw menjawab, "Islam ialah bersyahadat bahwa tidak ada tuhan
kecuali Allah dan Muhammad Rasulullah, mendirikan shalat, menunaikan zakat,
puasa Ramadhan, dan mengerjakan haji apabila mampu." Kemudian dia bertanya
lagi, "Kini beritahu aku tentang iman." Rasulullah Saw menjawab,
"Beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya,
rasul-rasul-Nya, hari akhir dan beriman kepada Qodar baik dan buruknya."
Orang itu lantas berkata, "Benar. Kini beritahu aku tentang ihsan."
Rasulullah berkata, "Beribadah kepada Allah seolah-olah anda melihat-Nya
walaupun anda tidak melihat-Nya, karena sesungguhnya Allah melihat anda. Dia
bertanya lagi, "Beritahu aku tentang Assa'ah (azab kiamat)."
Rasulullah menjawab, "Yang ditanya tidak lebih tahu dari yang
bertanya." Kemudian dia bertanya lagi, "Beritahu aku tentang
tanda-tandanya." Rasulullah menjawab, "Seorang budak wanita
melahirkan nyonya besarnya. Orang-orang tanpa sandal, setengah telanjang,
melarat dan penggembala unta masing-masing berlomba membangun gedung-gedung
bertingkat." Kemudian orang itu pergi menghilang dari pandangan mata. Lalu
Rasulullah Saw bertanya kepada Umar, "Hai Umar, tahukah kamu siapa orang
yang bertanya tadi?" Lalu aku (Umar) menjawab, "Allah dan rasul-Nya
lebih mengetahui." Rasulullah Saw lantas berkata, "Itulah Jibril datang
untuk mengajarkan agama kepada kalian." (HR. Muslim)
2. Iman terbagi dua, separo dalam sabar dan
separo dalam syukur. (HR. Al-Baihaqi)
3. Iman paling afdol ialah apabila kamu
mengetahui bahwa Allah selalu menyertaimu dimanapun kamu berada. (HR. Ath
Thobari)
4. Sufyan bin Abdullah berkata,"Ya
Rasulullah, terangkan kepadaku tentang Islam. Aku tidak akan bertanya lagi
kepada orang lain." Lalu Rasulullah Saw menjawab, "Ikrarkanlah
(katakan): Aku beriman kepada Allah, kemudian berlakulah jujur
(istiqomah)." (HR. Muslim)
5. Peliharalah (perintah dan larangan) Allah,
niscaya kamu akan selalu merasakan kehadiran-Nya. Kenalilah Allah waktu kamu
senang, niscaya Allah akan mengenalimu waktu kamu dalam kesulitan. Ketahuilah,
apa yang luput dari kamu adalah sesuatu yang pasti tidak mengenaimu dan apa
yang akan mengenaimu pasti tidak akan meleset dari kamu. Kemenangan
(keberhasilan) hanya dapat dicapai dengan kesabaran. Kelonggaran bersamaan
dengan kesusahan dan datangnya kesulitan bersamaan dengan kemudahan. (HR.
Tirmidzi)
6. Sesungguhnya bermula datangnya Islam
dianggap asing (aneh) dan akan datang kembali asing. Namun berbahagialah
orang-orang asing itu. Para sahabat bertanya kepada Rasulullah Saw, "Ya
Rasulullah, apa yang dimaksud orang asing (aneh) itu?" Lalu Rasulullah
menjawab, "Orang yang melakukan kebaikan-kebaikan di saat orang-orang
melakukan pengrusakan." (HR. Muslim)
7. Umat terdahulu selamat (jaya) karena
teguhnya keyakinan dan zuhud. Dan umat terakhir kelak akan binasa karena
kekikiran (harta dan jiwa) dan cita-cita kosong." (Ibnu Abi Ad-Dunia)
8. Tiga perkara berasal dari iman: (1) Tidak
mengkafirkan orang yang mengucapkan "Laailaaha illallah" karena suatu
dosa yang dilakukannya atau mengeluarkannya dari Islam karena sesuatu
perbuatan; (2) Jihad akan terus berlangsung semenjak Allah mengutusku sampai
pada saat yang terakhir dari umat ini memerangi Dajjal tidak dapat dirubah oleh
kezaliman seorang zalim atau keadilan seorang yang adil; (3) Beriman kepada
takdir-takdir. (HR. Abu Dawud)
9. Pokok segala urusan ialah Al Islam dan tiangnya
adalah shalat, dan puncaknya (atapnya) adalah berjihad. (HR. Tirmidzi)
10. Tiada lurus iman seorang hamba sehingga
lurus hatinya, dan tiada lurus hatinya sehingga lurus lidahnya. (HR. Ahmad)

0 comments:
Post a Comment