Bersalaman Itu Sunnah (Jabat Tangan)
Bersalaman Itu Sunnah (Jabat Tangan). Ada sunnah yang mulia yang bisa menggugurkan dosa antara dua orang, yaitu sunnah berjabat tangan.
Dari Al Bara’ bin ‘Azib, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,
Dari Qatadah, ia berkata pada Anas bin Malik,
Berjabat tangan yang dimaksud di sini adalah bagian dalam tangan seseorang diletakkan pada bagian dalam telapak tangan yang lainnya. Berjabat tangan ini dilakukan ketika bertemu setelah seseorang mengucapkan salam.
Semoga bermanfaat.
Dari Al Bara’ bin ‘Azib, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَا مِنْ مُسْلِمَيْنِ يَلْتَقِيَانِ فَيَتَصَافَحَانِ إِلاَّ غُفِرَ لَهُمَا قَبْلَ أَنْ يَفْتَرِقَا
“Tidaklah dua muslim itu bertemu lantas berjabat tangan melainkan akan diampuni dosa di antara keduanya sebelum berpisah.” (HR. Abu Daud no. 5212, Ibnu Majah no. 3703, Tirmidzi no. 2727. Al Hafizh Abu Thohir menyatakan bahwa sanad hadits ini dhaif. Adapun Syaikh Al Albani menyatakan bahwa hadits ini shahih).Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,
قَالَ
رَجُلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ الرَّجُلُ مِنَّا يَلْقَى أَخَاهُ أَوْ
صَدِيقَهُ أَيَنْحَنِى لَهُ قَالَ « لاَ ». قَالَ أَفَيَلْتَزِمُهُ
وَيُقَبِّلُهُ قَالَ « لاَ ».قَالَ أَفَيَأْخُذُ بِيَدِهِ وَيُصَافِحُهُ
قَالَ « نَعَمْ »
“Ada seseorang bertanya pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam, “Bagaimana jika ada seseorang di antara kami bertemu dengan
saudara atau temannya, lalu ia membungkukkan badannya?” “Tidak boleh”,
jawab Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. “Bagaimana jika
memeluk lalu menciumnya?”, orang itu balik bertanya. “Tidak boleh”,
jawab beliau lagi. Orang itu pun bertanya, “Bagaimana jika ia mengambil
tangan saudaranya itu lalu ia menjabat tangan tersebut?” “Itu boleh”,
jawab beliau terakhir. (HR. Tirmidzi no. 2728. Tirmidzi mengatakan bahwa
hadits ini hasan. Al Hafizh Abu Thohir menyatakan bahwa sanad hadits
ini dhaif. Sedangkan Syaikh Al Albani menghasankan hadits ini)Dari Qatadah, ia berkata pada Anas bin Malik,
أَكَانَتِ الْمُصَافَحَةُ فِى أَصْحَابِ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – قَالَ نَعَمْ
“Apakah berjabat tangan dilakukan di tengah-tengah sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam?” Anas menjawab, “Iya.” (HR. Bukhari no. 6263).Berjabat tangan yang dimaksud di sini adalah bagian dalam tangan seseorang diletakkan pada bagian dalam telapak tangan yang lainnya. Berjabat tangan ini dilakukan ketika bertemu setelah seseorang mengucapkan salam.
Semoga bermanfaat.


0 comments:
Post a Comment