Karena Dua Potong Roti Yang Ikhlas
Karena Dua Potong Roti Yang Ikhlas
Abu Tholhah, dalam perjalanannya bertemu dengan seorang budak penjaga kebun yang mendapat upah dari majikannya setiap hari 2 potong roti. Tidak ada yang istimewa di awal nampaknya. Sampai beberapa saat seekor anjing menghampiri budak ini dalam keadaan lapar menjilat pasir. Budak ini mengulurkan sepotong rotinya memberi makan anjing yang kelaparan. Menarik, karena tidak setiap orang menaruh perhatian terhadap binatang, apalagi sekelas anjing. Sepotong roti tadi langsung ludes dimakan anjing, dan masih kelihatan lapar. Budak tadi memberi sepotong roti sisanya kepada anjing dan rela tidak memakan jatahnya. Abu Tholhah merasa aneh dengan pemandangan ini. Bagaimana mungkin ia berkorban jatah upahnya hanya untuk seekor anjing? Penasaran, ia dekati dan bertanya kenapa dilakukan ini. Jawabnya," Tuan.., kalau saya harus makan 2 potong roti hari ini, maka sekalipun di kasihkan, saya pasti akan makan 2 roti yang lain sebagai ganti dari Alloh". " Di langit rezekimu dan yang di janjikan Alloh untukmu". Bertambah kagum Abu Tholhah akan keyakinan budak terhadap rezeki dari Alloh. Maka di carilah majikan budak ini oleh Abu Tholhah untuk membelinya. Sang majikan budak itu merasa berat dan enggan menjualnya. Abu Tholhah bersikeras memaksa akan membeli budak ini berapapun harganya, bahkan sekaligus dengan kebun yang di jaganya. Akhirnya di berikan budak dan kebun yang di jaganya dengan harga yang sangat tinggi. Begitu sudah di miliki Abu Tholhah, di datangi budak itu kemudian di merdekakan. Tidak hanya itu, kebun yang dijaganya sekalian di hadiahkan untuknya atas keshalihannya yang mengagumkan. Masyaa Alloh..dua potong roti yang membawa barokah menjadi sebab kemerdekaan budak ini dan hadiah kebun yang di dapatkan. Sedekah adalah janji Alloh, dan janji Alloh benar adanya...
Abu Tholhah, dalam perjalanannya bertemu dengan seorang budak penjaga kebun yang mendapat upah dari majikannya setiap hari 2 potong roti. Tidak ada yang istimewa di awal nampaknya. Sampai beberapa saat seekor anjing menghampiri budak ini dalam keadaan lapar menjilat pasir. Budak ini mengulurkan sepotong rotinya memberi makan anjing yang kelaparan. Menarik, karena tidak setiap orang menaruh perhatian terhadap binatang, apalagi sekelas anjing. Sepotong roti tadi langsung ludes dimakan anjing, dan masih kelihatan lapar. Budak tadi memberi sepotong roti sisanya kepada anjing dan rela tidak memakan jatahnya. Abu Tholhah merasa aneh dengan pemandangan ini. Bagaimana mungkin ia berkorban jatah upahnya hanya untuk seekor anjing? Penasaran, ia dekati dan bertanya kenapa dilakukan ini. Jawabnya," Tuan.., kalau saya harus makan 2 potong roti hari ini, maka sekalipun di kasihkan, saya pasti akan makan 2 roti yang lain sebagai ganti dari Alloh". " Di langit rezekimu dan yang di janjikan Alloh untukmu". Bertambah kagum Abu Tholhah akan keyakinan budak terhadap rezeki dari Alloh. Maka di carilah majikan budak ini oleh Abu Tholhah untuk membelinya. Sang majikan budak itu merasa berat dan enggan menjualnya. Abu Tholhah bersikeras memaksa akan membeli budak ini berapapun harganya, bahkan sekaligus dengan kebun yang di jaganya. Akhirnya di berikan budak dan kebun yang di jaganya dengan harga yang sangat tinggi. Begitu sudah di miliki Abu Tholhah, di datangi budak itu kemudian di merdekakan. Tidak hanya itu, kebun yang dijaganya sekalian di hadiahkan untuknya atas keshalihannya yang mengagumkan. Masyaa Alloh..dua potong roti yang membawa barokah menjadi sebab kemerdekaan budak ini dan hadiah kebun yang di dapatkan. Sedekah adalah janji Alloh, dan janji Alloh benar adanya...

0 comments:
Post a Comment