Sains dan Agama Seperti Anak Kembar yang Berdempetan


---------------Huxley, seorang arif bijak dari barat, berkata, “Agama dan ilmu ibarat bayi kembar yang berdempetan dan memisahkan keduanya mengakibatkan keduanya mati. Maka, ilmu akan berkembang jika diwarnai dengan agama, dan agama akan kekal dan kokoh jika didukung oleh ilmu.”------------------

---------------Penulis, seorang yang berkeinginan menjadi baik dari timur, berkata, “Agama dan kehidupan dunia ibarat bayi kembar yang berdempetan, dan memisahkan keduanya mengakibatkan keduanya mati. Maka, antara dunia dan agama bukan hal yang terpisah, bukan dunia sendiri, akhirat sendiri, tapi hidup di dunia untuk hidup di akhirat. dan hati akan tenang dan kuat jika didukung oleh agama.”------------------

Jika anda melihat sebuah produk yang baru, maka pabrik/pengrajin/pencipta/yang memproduksi akan memberitahukan produksnya, spesifikasinya, kegunaannya, bahannya, dan lain sebagainya. Yang mengetahui detilnya adalah yang memproduksinya. Misalkan HP, yang paling tau tentunya pabriknya bukan???

Jagad raya ini ada yang menciptakan, bumi, bulan, bintang, matahari, galaksi, yang di langit, yang di bumi dan yang ada diantara keuanya.  Tidak percayakah anda?
Sekarang pikirkan, Al-Quran datang sekitar 1.400 tahun yang lalu, di dalamnya 
Jika anda melihat sesuatu yang belum pernah orang ketahui sebelumnya. Siapakah yang akan memberi tahu keterangan /spesifikasinya? Siapa yang memberi penjelasan di Al-Qur'an tersebut jika bukan yang menciptakan? Jika bukan Yang Maha Tau? 

Siapa pencipta bulan, matahari, bumi, langit? Ya Penciptanya, yaitu Tuhan, yang kita sebut Allah.
Kenapa? Karena Al-Qur'an sejak 1.400 tahun lalu menyatakan bulan tidak memancarkan cahaya sendiri, dan ilmuwan baru tahu kemarin sore bahwa ternyata bulan bercahaya karena pantulan sinar matahari. Siapa yang mampu menjelaskan 1.400 tahun lalu jika bukan yang menciptakan?
Ternyata matahati tidaklah mengelilingi bumi, melainkan bumi lah yang mengelilinginya, ilmuwan baru kemarin, Al Qur'an telah menerangkan 1.400 tahun lalu. Ilmuwan baru menemukan api paling panas adalah yang berwarna hitam, Al-Qur'an telah menerengkan di dalam neraka api berwarna hitam.

Tuhanlah yang menerangkan, jadi.... Al Qur'an itu benar-benar firman tuhan. Kembali lagi penulis mengajak berfikir, apakah sains dan agama tak bisa bersatu? Selama ini kita salah, justru seharusnya Al-Qur'an lah yang menjadi pemandunya. 
Dan penjelasan ini hanya terdapat di kitab suci Al-Qur'an, bukan yang lain.

Jika saja ilmuwan dahulu percaya/beriman pada Al-Qur'an, yang turun 1.400 tahun lalu. Bagaimana pengetahuan kita saat ini, banyak sekali bukan? Bukan Al-Qur'an yang ketinggalan zaman, tapi justru pemikiran kitalah yang kuno. Diberi tahu yang mencipta, malah menolak, padahal diberi tahu yang Maha Tahu. Tahu akibatnya kan sekarang jika meninggalkan agama? Itulah sedikit tulisan yang penulis harap mampu merubah pola fikir kita terhadap agama yang mulai luntur dari hati kita, yang kita tinggalkan, yang ternyata panduuannya jauh lebih canggih daripada semaua kecanggihan yang ada di zaman serba canggih ini, di zaman akhir dunia ini. Marilah semauanya kita kembalikan kepada agama, ikuti buku panduannya, Al-Qur'an dan Hadist. Karena itulah pemandu kita, kita juga produk Tuhan, kita ini ciptaan. 

Oke, setuju ya sekarang kalau Agama dan Imu pengetahuan itu bisa bersatu, bahkan satu kesatuan yang tak terpisahkan. Malu kan sama Tuhan, Astagfirullah... 

Setuju yaa.... Jangan jadi penentang agama yaa.... Sutuju ya ikuti petunjuk. Dikit lagi nih penulis mau bilang...  nambah dikit.
"Apakah para pembaca baru akan setuju nanti ketika kita sudah merasakan sendiri siksaan karena tidak taat agama?  di alam kubur dan akhirat, padahal saat itu sudah tak berguna kata SETUJU, sudah percuma menyesal, karena penyesalan tertolak, mending menyesal sekarang yuk, setuju sekarang saja, setuju itu karena percaya (iman)". Apakah perlu pembuktian lagi? Kalau hati, pikiran dan perbuatan tidak setuju , maka bukan ilmuwan lagi yang akan menemukan, tapi kitalah yang akan membuktikannya sendiri. Mau????
Yuk Tobat.
Semoga bermanfaat, semoga Allah selalu memberi kita hidayah, karena kita mau mencarinya. Aamiin

0 comments:

Post a Comment